11.6.11

Menarik dan Seru, Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”

Di tengah banyaknya keluhan orangtua dan masyarakat umum tentang tayangan sinetron maupun film-film layar lebar yang kurang mendidik, sebentar lagi kerinduan akan film nasional yang menarik, menghibur, dan mengandung nilai-nilai pendidikan bakal terjawab. Film petualangan anak-anak untuk semua umur berjudul “Lima Elang” bakal ditayangkan di bioskop-bioskop di Tanah Air.
“Lima Elang” yang berkisah tentang persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas) Gerakan Pramuka. Film itu memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.
Bertindak selaku produser adalah Kemal Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.
Setelah melalui proses persiapan cukup lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional) selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).
Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut. Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.
Selama proses syuting, juga cukup banyak kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka. Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah, kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.
Menurut rencana, film tersebut akan ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN,  Berthold Sinaulan/Syarifah Alawiyah.

Disadur dari http://www.pramuka.or.id

8.6.11

Tonggak Sejarah Gerakan Pramuka

50 tahun lalu, para tokoh pandu sepakat dengan ide Presiden Soekarno untuk melebur puluhan organisasi kepanduan dalam satu wadah. Maka 20 Mei 1961 ditandatangani Keputusan Presiden No.238/1961 yang menetapkan GERAKAN PRAMUKA sebagai satu-satunya organisasi pendidikan kepanduan di Indonesia. Hari ini 20 Mei adalah tanggal bersejarah dan jangan sampai dilupakan (waktu itu semua sudah sepakat menyatu dalam satu wadah, jadi tak perlu lagi ada pandu A, pandu B dan sebagainya). Satu Pramuka untuk Satu Indonesia. Jayalah Indonesia, Berthold DH Sinaulan.
Disadur dari  http://www.pramuka.or.id

2.5.11

Sumsel Siap Gelar Jambore Nasional Pramuka (Kegiatan Nasional)

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, M.P.H menilai Sumatera Selatan sudah sangat siap sebagai penyelenggara Jambore Nasional (Jamnas) yang akan digelar tanggal 2-9 Juli 2011 mendatang.

Jamnas yang akan digelar di kawasan Agrowisata Danau Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan diikuti oleh sekitar 20 ribu anggota Gerakan Pramuka dari berbagai Provinsi di Indonesia dan perwakilan negara-negara Asia Tenggara.

Kak Azrul Azwar kepada wartawan usai rapat koordinasi di Auditorium Pemprov Sumsel, (4/1) mengatakan, pelaksanaan Jamnas Pramuka di luar Pulau Jawa ini baru dua kali digelar. Pertama di Bumi Perkemahan Sibolangit Sumatera Utara pada tahun 1977, dan yang kedua ini insya-Allah akan diselenggarakan di Sumatera Selatan.

“Saya melihat dari semua paparan kesiapan, Sumsel jauh lebih siap dibandingkan Jambore Nasional yang pernah digelar. Karena saat ini perencanaanya sudah dilakukan jauh-jauh hari dengan pembagian tugas masing-masing sudah terinci dengan baik,” katanya.

Kendati baru bulan Juli nanti pertemuan akbar Pramuka Penggalang ini digelar, akan tetapi secara infrastruktur dan fasilitas di bumi perkemahan sudah selesai lebih awal, yakni April sehingga kawasan Bumi Perkemahan Teluk Gelam bisa dilakukan simulasi Jambore.

Selanjutnya Bumi Perkemahan Teluk Gelam diharapkan bisa menjadi pusat pendidikan Pramuka di Sumsel dan sekitarnya.

“Saya berharap Gugus Depan Pramuka di sekolah-sekolah sudah harus aktif lagi sehingga dapat mengoptimalkan bumi perkemahan dan bisa membentuk instruktur andalan,” kata Azrul.

Sementara itu Asisten III Setda Provinsi Sumsel, dr. Aidit Aziz mengatakan, Pemprov Sumsel sangat serius dengan Jamnas ini karena pemerintah membackup kegiatan dengan dana sebesar 14 miliar untuk persiapan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, momentum Jamnas Pramuka yang diikuti 33 Provinsi di Indonesia dan utusan pramuka dari negara Asia Tenggara yang notabene juga adalah negara peserta SEA Games XXVI.

“Dalam tahun 2011 ini, Sumsel sangat padat dan ramai dengan kegiatan skala nasional dan internasional karena pada November digelar pembukaan SEA Games yang diresmikan oleh Presiden SBY. Jadi Pak SBY datang ke Sumsel dalam satu tahun ini bisa dua kali bahkan lebih,” katanya.

Wk. redaksi, sumber: Sriwijaya Post
disadur dari http://www.pramuka.or.id

29.4.11

UU Pramuka

Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi dan makna dasa dharma pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam kegiatan pramuka di tingkat gugus depan, dasa harma menjadi materi wajib di setiap tingkatan.

’’Jika dilihat dari isi materi tersebut, ternyata dasa dharma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi manusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina dengan cara tersendiri,’’ ujar Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Azrul Azwar setelah memimpin upacara pramuka di lapangan rumput Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/3).

Dijelaskan, kegiatan pramuka ini merupakan langkah awal untuk memahami dan melaksanakan UU Gerakan Pramuka yang sudah disahkan. ’’Tentu ini bagus sekali, bukan hanya UU-nya saja yang disosialisasikan, tapi pramukanya juga supaya hidup kembali. Kita tahu ini penting sekali, dan positif. Sehingga dari kwarda ke anggota, hingga masyarakat jadi tahu. Kualitasnya juga kita tingkatkan, jangan hanya pakai seragam pramuka tiap hari Sabtu saja,’’ jelasnya.

Mengenai revitalisasi menghidupkan gugus depan, saat ini memang butuh waktu. ’’Kami berusaha untuk pelaksanaannya dan jangan hanya normatif saja. Sejauh ini tidak ada kendala,’’ imbuhnya.

Kegiatan perkemahan ini dilakukan dengan harapan pentingnya pendidikan gerakan pramuka untuk menciptakan dan membentuk karakter individu yang andal bagi bangsa di kemudian hari. ’’Melalui kegiatan perkemahan ini dapat ditanamkan nilai-nilai dan ke depan dapat selalu terus dilakukan seperti kegiatan out bound, dan baris-berbaris,’’ tuturnya.

Hadir dalam upacara kemarin di antaranya Deputi Menpora Bidang Pengembangan Pemuda Zubakhrum Tjenreng. Kegiatan yang diselenggarakan hasil kerja sama Kemenpora, Kwarnas, dan sejumlah instansi terkait itu diikuti oleh kwartir daerah (kwarda) dan kwartir nasional (kwarnas).

Lihat UU Pramuka KLIK DI SINI

27.4.11

Pramuka Ikut Pencanangan Kewirausahaan Nasional

“Salam Pramuka…,” ujar Presiden ketika melewati rombongan Anggota Gerakan Pramuka sekitar 50 orang yang berdiri rapi menyambut Presiden memasuki UKM Convention Center, SMESCO dalam rangka Pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional pada tanggal 2 Februari 2011. Acara yang digagas oleh Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah ini mengangkat tema “Sejahterakan Rakyat dengan Kewirausahaan”

Acara diawali dengan sambutan Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Syarif Hasan. Dalam sambutanya Syarif Hasan menyampaikan Gerakan Kewirausahaan Nasional dimaksudkan untuk memantapkan kordinasi kebijakan, integrasi perencanaan, sinkronisasi program, serta optimalisasi kegiatan penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan guna meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.

Dalam sambutannya Presiden menyampaikan “Wirausahawan haruslah seorang yang kreatif dan inovatif serta berani mengambil risiko, seorang yang tidak pasif, tapi aktif berkarya. Pengusaha jaman sekarang harus gesit menemukan pasar baru, mengembangkan produk baru atau, mendapatkan jalur distribusi baru atau menghadirkan sesuatu yang baru bagi mitra baru,” tegas Presiden.

Rangkaian acara lainnya diantaranya pemberian penghargaan kepada Kepala Daerah, Tokoh masyarakat, koperasi dan wirausaha muda yang berperan besar dalam pengembangan kewirausahaan serta penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pencanangan ini dihadiri pula oleh para Menteri Kabinet Indonesia bersatu II, Gubernur Kepala Daerah Provinsi, para pejabat, akademisi, pelajar, pramuka, wirausahawan dan pelaku Usaha.

Usai acara sejumlah Pramuka Penegak dan Pandega tidak menyia-nyiakan kesempatan bergegas mendatangi para wirausahawan untuk meminta kartu nama sambil berbincang siapa tahu ada tawaran atau peluang pekerjaan yang bisa mereka dapatkan. Atau setidaknya dapat kenalan usahawan gurau salah seorang Pramuka Penegak asal Jakarta Selatan.

10.4.11

7 Langkah Dalam Menghadapi Kecelakaan


Kegiatan pramuka sering berada di alam terbuka dan bebas, seperti penjelajahan, panjat tebing, arung jeram, menyelam, pendakian dan lain-lain. maka bukan tidak mungkin ada hal-hal kejadian yang tidak diinginkan, yakni kecelakaan. Meski kita sebelumnya sudah merencanakan secara matang kegiatan dialam bebas, tapi yang namanya kecelakaan bisa saja terjadi meski itu adalah bukan hal yang telah kita rencanakan. Nah bila terjadi kecelakaan, langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut :

1. Ambil alih situasi : Pemimpin kelompok/ketua panitia kegiatan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan seluruh anggota kelompok. Adapun usaha evakuasi, merupakan tanggung jawab pemimpin P3K dkelompok tesebut.
2. Dekati korban : Jaga korban dari cidera lebih lanjut dengan hati-hati. Juga, jangan sampai anggota lain ikut cidera sewaktu mendekati korban.
3. Lakukan pertolongan pertama : Pemimpin P3K memberikan petunjuk pada lainnya untuk memindahkan korban pada tempat yang lebih aman jika diperlukan dan melakukan pemeriksaan utama untuk mengetahui dan memberikan pertolongan jika kondisi penderita sangat fatal. Pemimpin P3K harus melakukan pemeriksaan ABCD (airway, breathing, circulation, disability) dan melakukan CPR (pernafasan buatan) jika diperlukan.
4. Lindungi korban : Pemimpin P3K harus mewaspadai tanda-tanda dan gejala-gejala shock dan memberikan perlindungan, pakaian kering, dukungan psikologis, dan perawatan yang sensitif.
5. Periksa luka lainnya : Pemimpin P3K harus memeriksa jika ada luka atau keluhan lainnya pada korban dan mencatatnya agar bisa dilaporkan pada tenaga medis nantinya.
6. Buat rencana : Ketua kelompok setelah berunding dengan pemimpin P3K harus memutuskan cara yang baik untuk melakukan evakuasi korban.
7. Membawa korban : Jaga dan ingat kebutuhan korban dan secara teratur memeriksa serta memonitor keadaan korban sekaligus juga kemajuan rencana evakuasi.

Itulah langkah-langkah yang harus dilakukan jika dalam kegiatan pramuka atau kegiatan apapun terjadi kecelakaan ;)

Referensi : Panduan teknis pendakian gunung, hendri agustin.